matanya menyusuri hembusan angin selembut sutera
mempermainkan seluruh kelengangan yang bernyanyi sejenak
sejak dua belas bulan diadatkan semakin nyata rinai bergenang
Masmur ruhmu seperti batin meradang gundah
kemudian ada igauan memberi nalar seperti mendekat
dan aku menghentam dada, lalu kulepas doa pada dua belas tepat
siapa hendak bercinta, beriaklah suarasuara membawa pulang
" di dalam sajaksajakku bersuara pula firman Tuhan,
juga segenap usia yang tampak telanjang "
Aku dan engkau telah mengutuki bulan yang bersorak sorai oleh luka
hingga punah gairah memandangi jalanan waktu serupa bayi asyik menyusu
seluruh jasadnya berkilau dari malam ke malam dengan lembut
: jangan lagi kau ceritakan satu kisah
tentang keledaikeledai yang jatuh berjumpalitan
Karena segala impian telah tidur dimatamu sebagai teguran di tengah malam
selain dosa, lain waktu suarasuara berterbangan membuat nasib
dan dua belas bulan: gemetarlah seluruh jantungku
ketika masmur bersuara di atas langit, ku tiup rambutmu !
Aby Santika
Bandung,
01 Agustus 2012.
" di dalam sajaksajakku bersuara pula firman Tuhan,
juga segenap usia yang tampak telanjang "
Aku dan engkau telah mengutuki bulan yang bersorak sorai oleh luka
hingga punah gairah memandangi jalanan waktu serupa bayi asyik menyusu
seluruh jasadnya berkilau dari malam ke malam dengan lembut
: jangan lagi kau ceritakan satu kisah
tentang keledaikeledai yang jatuh berjumpalitan
Karena segala impian telah tidur dimatamu sebagai teguran di tengah malam
selain dosa, lain waktu suarasuara berterbangan membuat nasib
dan dua belas bulan: gemetarlah seluruh jantungku
ketika masmur bersuara di atas langit, ku tiup rambutmu !
Aby Santika
Bandung,
01 Agustus 2012.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar